Hak-Hak Anak

Di dunia ini tidak sedikit anak-anak yang mengalami kesulitan untuk tumbuh dan berkembang secara sehat serta mendapatkan pendidikan yang terbaik. Banyak anak berasal dari keluarga kurang mampu yang tidak mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan. Padahal anak-anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa. Tak hanya itu, akibat perang dan pertikaian yang terjadi di beberapa negara menyebabkan banyak anak menjadi korban. Hak-hak mereka terabaikan sehingga menjadi korban kekerasan.

Pada tanggal 20 November 1989 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan Konvensi Hak-hak Anak (Convention On The Rights of The Child). Konvensi ini bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap anak dan menegakkan hak-hak anak di seluruh dunia. Menurut konvensi ini hak anak dikelompokkan dalam 4 golongan, yaitu:

  1. Hak kelangsungan hidup, meliputi hak untuk melestarikan dan mempertahankan hidup, hak memperoleh standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang sebaik-baiknya.Apakah kamu tahu nama lengkap kedua orang tuamu? Apakah kamu tahu asal usul kedua orang tuamu? Apakah kamu tahu asal usul keluargamu? Setiap anak berhak tahu keluarganya dan identitas dirinya.
  2. Hak perlindungan, meliputi perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi, kekerasan, dan keterlantaran. Kamu memiliki hak yang sama dengan anak-anak lain untuk melakukan kegiatan keagamaanmu atau melakukan kegiatan perayaan tradisimu. Sebagai seorang anak kamu belum boleh bekerja dan kamu berhak diperlakukan secara baik tanpa kekerasan.
  3. Hak tumbuh kembang, meliputi hak memperoleh pendidikan dan hak mencapai standar hidup yang layak baği perkembangan fisik, mental, spiritual, moral, dan sosial. Kamu memiliki hak untuk sekolah, mendapatkan tempat tinggal, mendapatkan makanan dan minuman yang layak. Hakmu adalah bermain dan mendapatkan istirahat yang cukup, karena hal itu diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembanganmu sebagai seorang anak.
  4. Hak berpartisipasi, meliputi hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang memengaruhi anak. Kamu mempunyai hak untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan usiamu. Kamu juga berhak untuk memberikan pendapat jika itu berhubungan dengan kehidupanmu sebagai seorang anak.

Hak-Hak Seorang Siswa

Sesuai dengan Konvensi Hak Anak yang ditandatangani pemerintah Indonesia, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk memperoleh pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang akan membantunya menjadi warga negara yang mandiri di kemudian hari. Setiap anak yang belajar di sebuah lembaga pendidikan, baik formal maupun tidak formal, disebut sebagai siswa. Setiap siswa mempunyai hak-hak yang sama.

Menurut Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1990, yang dimaksud dengan hak-hak siswa adalah hak untuk:

  1. mendapat perlakuan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya;
  2. memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya;
  3. mengikuti program pendidikan yang bersangkutan atas dasar pendidikan berkelanjutan, baik untuk mengembangkan kemampuan diri maupun untuk memperoleh pengakuan tingkat pendidikan tertentu yang telah dibakukan;
  4. mendapat bantuan fasilitas belajar, beasiswa, atau bantuan lain sesuai dengan persyaratan yang berlaku;
  5. pindah ke sekolah yang sejajar atau yang tingkatnya lebih tinggi sesuai dengan persyaratan penerimaan siswa pada sekolah yang hendak dimasuki;
  6. memperoleh penilaian hasil belajarnya;
  7. menyelesaikan program pendidikan lebih awal dari waktu yang ditentukan; dan
  8. mendapat pelayanan khusus bilamana menyandang cacat.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *